Pages

Thursday, June 5, 2014

Bam at Parenting Cover Hunt 2014

#PCH2014 #toddler #like4like #20likes #smile #love Click the link & like the photo, just if it can make you smile.. https://t.co/nLbHLvaYaj




Saturday, July 6, 2013

Jual Santai Toyota Vios MT Biru Thn 2003 (SOLD)

Dijual santai Toyota Vios kesayangan. Dibeli tahun 2003, tangan pertama, warna biru metalik, manual, mesin servis rutin Auto 2000, semua masih orisinil Toyota, body ok, sangat irit bensin, ac dingin, KM 192.000 soalnya dulu dipake pulang pergi kuliah ke BSD.

Harga: Rp 99.000.000 (bisa nego tp jangan afgan)
Lokasi: Kalibata, Jakarta Selatan
Call/SMS/WhatsApp: Allan 081298737100











Monday, October 18, 2010

Fun Trivia: AC Milan



The official club colours of AC Milan are red and which other colour?
Black. The official story states the reason behind this: "Red like hell, and black to scare the enemy".

What was the Milan's home stadium called in 2000?
Stadio Giuseppe Meazza. Stadio Giuseppe Meazza is also knows as the San Siro, and was built in 1926. Stadio Delle Alpi is in Turin, Stadio Ferraris in Genoa and Stadio Olimpico is in Rome.

In what year were Milan founded?
1899. More than 100 years of glory.

Official story of AC MILAN says that the club was founded on the 16th of what?
December. The documents about it are quite confusing. Someone says it was december 16, someone the 18...

At the very beginning, football was NOT the only sport played by AC MILAN.
t. The original name of the club was "Milan Football and Cricket club".

Why did the founders chose the name "Milan" for the club?
Because they were British, and "Milan" is the English name of Milano. Six British people decided to found a club to improve the game of football in Milano, and a legend was born.

The traditional symbol of AC Milan is a red what?
Devil. Legend has it that the symbol was chosen to show the intolerance of the founders who were protestants, against the influence of the Catholic Church in Italy.

When did AC Milan win their first League title?
1901/02. At those times, because of in Italy there were just 4-5 football clubs, the Italian title was assigned after just 3-4 matches!

AC Milan was the first Italian club to win the European Cup in what year?
1963. The game was played at Wembley Stadium, London, England against Benfica. AC Milan won 3-1.

In Italy, after the victory of ten national titles, a club is allowed to add a small yellow star to its badge. AC MILAN got "the star" on:
1978/79. It was the last season of Gianni Rivera's career.

Who was the first legendary captain of AC MILAN?
Herbert Kilpin. He was one of the founders. Legend (more than history) says that he decided the colors, the simbol and the name of the club. It's nickname was "Lord" and he's considered proudly one of the "fathers founders" of football in Italy.

The most famous coach of AC MILAN was nicknamed "el paron". His real name was what?
Nereo Rocco. As coach he won three Italian titles, and the UEFA Champions Cup. The name, translated by dialect means "the boss"!

Which one of these Italian players never played for AC Milan?
Roberto Bettega. Bettega played in Juventus Turin throughout his career.

Rivals, FC Inter Milan, were founded by a group of dissidents of AC Milan.
t. This happened in 1908.

How many European Cups did AC Milan win in the 20th century?
5. The years were 1963, 1969, 1989, 1990 and 1994.

How many European Cups' finals did AC Milan play in the 20th century?
8. AC MILAN lost the final on 1957/58 (Real Madrid), 1992/93 (Olympic Marseille) and 1994/95 (Ajax Amsterdam).

On April 18, 1989, Milan won one of the most remarkable victories in the history of the club by beating Real Madrid in the European Cup semi-final. What was the score?
5-0. The scorers were: Carlo Ancelotti, Ruud Gullit(2), Marco Van Basten and Roberto Donadoni.

In 1990 Milan won their fourth European Cup against Benfica. Who scored the winning goal of the match?
Frank Rijkaard. This was the only goal of the game.

In 1989, AC MILAN won its second Intercontinental Cup against Atletico National de Medellin. Who scored the winning goal of the match?
Alberigo Evani. Also in this game, this was the only goal.

Arrigo Sacchi was Milan coach for how many years?
5. He was manager between seasons 1988-91 and, again, on 1997

(Source: http://www.funtrivia.com/en/subtopics/Forza-Milan-105559.html)

Mengapa Menerapkan Konsep Knowledge Management

Penerapan konsep knowledge management sebagai implementasi yang efektif di suatu organisasi adalah inovasi yang akan mendukung kelestarian dan berdaya saing organisasi tersebut. Inovasi dalam produk dan layanan perusahaan menjadi pemicu utamanya. Bagaimana perusahaan akan dapat berinovasi apabila tidak didukung oleh pengetahuan yang dimilikinya. Menciptakan suatu organizational learning, yang bertujuan untuk saling berbagi dan belajar untuk kemajuan bersama. Contoh hasilnya adalah swot analysis, menentukan pesaing dan trend pasar. Hasil-hasil tersebut hanya dapat dilakukan bersama dengan menggunakan pengetahuan bersama. Kesemuanya ini sebenarnya bertujuan untuk membangun core competences yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Bagi karyawan, pola hubungan antar elemen menjadi pemicu mengapa penerapan knowledge management menjadi kebutuhan bagi perusahaan. Karyawan akan dapat mempelajari dan menerapkan serta menjalin hubungan yang baik antar sesame karyawan dan kepada pihak luar melalui pengetahuan yang diperbagikan di dalam knowledge management. Pengetahuan ini akan diolah untuk dapat memahami kebutuhan, perilaku dan hambatan baik ke dalam maupun ke luar dari organisasi. Selain itu mobilitas karyawan juga dapat ditingkatkan melalui pengetahuan-pengetahuan yang diperbagikan dan dipelajari di dalamnya.

Pemanfaatan infrastruktur secara regional dan global seperti internet dan intranet menjadi salah satu alasan penerapa knowledge management. Efisiensi dalam menyimpan dan agar lebih mudah ditelusuri kembali pengetahuan yang sudah terakumulasi juga perlu digaris bawahi dari segi infrastruktur. Mengapa infrastruktur seperti ini tidak dimaksimalkan dan sudah jelas untungnya bagi perusahaan dan karyawan itu sendiri.

Dalam suatu organisasi yang telah menerapkan knowledge management dan organizational learning memungkinkan terjadinya suatu pengetahuan baru karena terjadinya forum atau linkage antar karyawan baik atasan maupun bawahan, pengguna produk atau layanan, rekanan dan industri dimana perusahaan ini terlibat sehingga terjadi proses sosialisasi dari tacit ke tacit. Selain itu juga terjadi proses articulation yaitu konversi dari tacit ke explicit, serta proses internalization yaitu konversi dari explicit ke tacit.

Metodologi Managing Organizational Change

Metodologi Managing Organizational Change (MOC) adalah satu penerapan dari satu set prosedur terstruktur dalam pengambilan keputusan, perencanaan, dan pelaksanaan tahapan proses perubahan. Disiplin ini tidak terfokus pada apa yang akan dirubah.

Arsitektur pelaksanaan MOC terdiri dari pendekatan disiplin dan terstruktur dalam melaksanakan proyek-proyek perubahan yang besar dalam organisasi. Arsitektur ini dibuat untuk tujuh bidang penting dari aplikasi yang biasanya menjadi sumber kegagalan implementasi ketika diabaikan atau tidak dilengkapi dan ditujukan untuk memperjelas parameter proyek, mengkomunikasikan proyek yang dilakukan ke seluruh bagian dari organisasi, mendiagnosa variable penting, merencanakan proyek berdasarkan hasil diagnosa, implementasi, memonitor pelaksanaan, dan mengevaluasi hasil pengimplementasian.

Penjelasan lebih lanjut akan metodologi ini dapat ditemukan dalam buku Project Change Management: Applying Change Management to Improvement Projects, karangan dari H. James Harrington, Daryl R. Corner dan Nicholas L. Horney.

Rummler-Brache Methodology

Lebih dari 30 tahun, metodologi Rummler-Brache telah diterapkan pada banyak proyek mulai dari perbaikan proses tambahan sampai transformasi fungsi secara keseluruhan, dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Dalam buku mereka di tahun 1990, Improving Processes, Geary Rummler dan Alan Brache mendefinisikan pendekatan yang komprehensif untuk mengatur seluruh proses di dalam perusahaan, mengelola dan mengukur proses dan mendefinisikan kembali proses.  Metode pendekatan sistematis terhadap perubahan bisnis proses ini menjadi sangat dikenal dan ide-ide yang dituangkan pada buku tersebut memberikan pengaruh yang besar kepada pendekatan-pendekatan lain yang masih kurang komprehensif. Ini adalah pendekatan dimana setiap orang di berbagai jenis organisasi atau fungsi dalam organisasi apapun dapat dengan mudah memahaminya, karena pendekatan ini mencerminkan cara kerja yang benar dan bagaimana perubahan dilakukan.

Metodologi Rummler-Brache merupakan pendorong yang sangat kuat dalam meningkatkan kinerja organisasi karena terfokus pada satu atau lebih masalah bisnis yang kritis danterintegrasi dengan seluruh bagian organisasi, proses dan tingkatan kinerja pekerjaan. Metodologi ini juga membawa setiap orang, ukuran kinerja dan proses ke tingkat yang tertinggi dari strategi bisnis sehingga menjadi strategis bagi organisasi.Metodologi ini sangatkomprehensif dan meliputi semua dimensi analisa perubahan, desain, dan implementasi serta praktis karena menggunakan perangkat yang mudah dipelajari.

Metodologi Rummler-Brache didasari pada dua konsep inti, yaitu:
1. Tiga Tingkatan Kinerja atau The Three Levels of Performance, terdiri dari organisasi, proses dan pelaku. Ketiga hal ini sangat penting bagi organisasi dalam memberikan efek pada perubahan. Kegagalan dalam menjelaskan keterkaitan tingkatan tersebut adalah faktor utama kegagalan pada implementasi.

2. Tiga Dimensi Kinerja atau The Three Performance Dimensions, terdiri dari tujuan, rancangan dan manajemen. Memiliki tujan yang jelas di tiap tingkatan akan menentukan hasil yang diinginkan, rancangan yang tepat akan memaksimalkan efisiensi pekerjaan dan system manajemen yang baik di tiap tingkatan tentunya akan membuat organisasi dapat terus bertahan dan beradaptasi dengan tiap perubahan di dalam lingkungan bisnis. Kegagalan pada salah satu dimensi ini akan membuat masalah pada kinerja organisasi.

Keuntungan utama dari penerapan metodologi Rummler-Brache adalah:

  • Metodologi ini sudah diakui di seluruh dunia sebagai standar industry.
  • Secara langsung menhubungkan penggerakan strategi bisnis dan pencapaian tujuan.
  • Fokus pada identifikasi dan resolusi dari masalah bisnis yang kritis.
  • Dapat digunakan pada peningkatan tambahan ataupun pada transformasi besar.
  • Secara luas mengalamatkan dan menghubungkan seluruh tiga tingkatan kinerja (organisasi, proses, dan pelaksana).
  • Menggabungkan tiga dimensi analisa perubahan yang efektif, rancangan dan implementasi.
  • Menggunakan perangkat yang praktis dan user-friendly.
  • Menyediakan pedoman dalam merancang atau merancang ulang proses dan manajemen proses yang sedang berjalan.


(Source: http://www.rummlerbrache.com/methodology)

Business Process Automation / Otomatisasi Proses Bisnis

Banyak perusahaan memanfaatkan teknologi informasi untuk mengoptimisasi proses bisnis yang dimilikinya, tapi mereka kadang masih membangun solusi dengan sistem yang tidak terintegrasi. Sistem tersebut terpisah berdasarkan unit kerja maupun berdasarkan proses bisnis. Hal ini akan menjadi halangan ketika suatu proses membutuhkan kolaborasi dengan proses lain untuk dapat menyelesaikan jalannya proses tersebut. Manajemen Proses Bisnis (BPM) adalah solusi yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengelola proses bisnis yang mereka miliki. Dengan BPM perusahaan dapat dengan mudah memodelkan dan mengubah proses bisnis sesuai kebutuhan agar dapat dioptimisasi, yang pada akhirnya akan mengurangi ongkos produksi, meningkatkan efisiensi karyawan, meningkatkan kepuasan pelanggan, memperbaiki hubungan dengan partner bisnis, dan pada akhirnya adalah meningkatkan keuntungan perusahaan.

Otomatisasi proses bisnis merupakan kaitan berbagai komponen dalam menangani bisnis; mulai dari input hingga distribusi dengan memanfaatkan bantuan teknologi secara optimal dan campur tangan manusia secara minimal. Dengan demikian akan membuat proses bisnis perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien digunakan dan dikelola. Pada akhirnya perusahaan dapat meletakkan landasan yang kuat untuk integrasi bisnis sehingga perusahaan mampu berkompetisi dengan lebih baik lagi.

Dalam melakukan perubahan diperlukan satu metodologi yang cocok dengan perusahaan. Dibutuhkan kejelian dalam memilih metodologi untuk mengembangkan proses bisnis yang sudah ada. Business Process Automation (BPA) atau Otomasi Proses Bisnis hanya lah salah satu dari sekian banyak metodologi yang banyak digunakan perusahaan-perusahaan dewasa ini. Pengotomasian proses bisnis yang terkadang dijalankan berulang-ulang akan membuat kinerja perusahaan lebih efisien. Pemilihan proses bisnis yang akan diotomasikan haruslah tepat dan para penggunanya harus dilatih agar manajemen proses bisnis dapat menghasilkan hasil yang maksimal. Kesuksesan dari perubahan akan ditandai dengan kemajuan dan berkembangnya perusahaan disertai dengan efisiensi pekerjaan dimana proses sudah diotomasikan.

Case Study: Caterpillar Inc.
Caterpillar Inc., pemimpin dunia dalam perlengkapan pertambangan dan konstruksi, adalah contoh yang baik bagaimana integrasi web dapat menunjang keberhasilan usaha. Caterpillar merampingkan rantai suplainya untuk mempercepat layanan ke-220 penyalurnya di 2.700 lokasi di seluruh penjuru dunia.

Solusi yang sedang diterapkan ini terintegrasi dengan sistem para dealer perusahaan tersebut, yang mengotomatisasikan proses penjualan dan manajemen sewa, penagihan, inventarisasi, dan pelacakan pelanggan, serta memberikan fleksibilitas untuk memudahkan sambungan ke aplikasi-aplikasi yang mendukung lini bisnis baru. Sistem percobaan ini terbukti mampu mengurangi rentang waktu pemrosesan pesanan dan pengirimannya hingga 90 hari. Sistem ini juga membuka jalan bagi Caterpillar untuk membentuk kemitraan-kemitraan baru yang dapat membuahkan pertumbuhan di masa datang.